Skip to main content

Divisi QC dan Manfaatnya Bagi Perusahaan

Divisi QC dan Profit

Apakah Divisi QC Bisa Menghasilkan Profit? Ini Jawaban Praktisi Quality dari Berbagai Industri

Masih banyak manajemen perusahaan yang mempertanyakan peran Divisi Quality Control (QC) dalam menghasilkan keuntungan. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa profit hanya dihasilkan oleh bagian produksi karena mereka secara langsung membuat produk yang dijual ke pelanggan.

Lalu, bagaimana sebenarnya kontribusi QC terhadap profit perusahaan?

Pertanyaan ini menjadi topik menarik dalam sebuah diskusi di WA Grup ISO yang diikuti oleh para praktisi quality dari berbagai industri. Berikut rangkuman pandangan mereka.

Apakah QC Menghasilkan Profit?

Seorang Quality Manager dari industri furniture mendapatkan pertanyaan dari manajemen:

How QC Division make profit?

Pertanyaan ini muncul karena aktivitas QC sering dianggap sebagai fungsi pendukung (support function) yang tidak memberikan keuntungan secara langsung seperti departemen produksi.

Padahal, jika dilihat lebih dalam, peran QC sangat berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.

QC Membantu Menurunkan Biaya Kegagalan

Menurut salah satu praktisi quality, kontribusi terbesar QC terhadap profit adalah melalui pengurangan biaya yang timbul akibat masalah kualitas.

Biaya tersebut antara lain:

  • Scrap (sisa atau limbah bahan baku)

  • Spoilage (produk rusak atau cacat)

  • Rework (pengerjaan ulang)

  • Reinspection (inspeksi ulang)

  • Retesting (pengujian ulang)

  • Design changes (perubahan desain akibat ketidaksesuaian)

  • Downtime mesin akibat masalah kualitas

  • Biaya pembuangan produk cacat

  • Kehilangan produktivitas karena gangguan proses

Ketika QC dan QA mampu mengurangi berbagai biaya tersebut, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan.

Dengan kata lain, QC mungkin tidak menghasilkan pendapatan secara langsung, tetapi mampu menjaga agar keuntungan perusahaan tidak hilang akibat pemborosan dan kegagalan kualitas.

Produksi Tanpa QC Bisa Menimbulkan Kerugian Besar

Produksi memang menghasilkan barang, tetapi tidak semua barang yang diproduksi otomatis dapat dijual.

Produk harus memenuhi spesifikasi, standar kualitas, dan harapan pelanggan. Tanpa pengendalian kualitas yang baik, perusahaan berisiko menghasilkan produk yang tidak sesuai standar.

Akibatnya:

  • Produk ditolak pelanggan

  • Terjadi komplain

  • Meningkatnya biaya retur

  • Menurunnya kepercayaan pasar

  • Hilangnya peluang bisnis

Dalam jangka panjang, hanya produk yang berkualitas yang mampu bertahan dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif.

QC Menjadi Representasi Suara Pelanggan

Praktisi lain membagikan pengalaman bahwa QC pada dasarnya merupakan fungsi jasa di dalam perusahaan.

QC berperan sebagai pihak yang memastikan kebutuhan dan harapan pelanggan benar-benar didengar dan diterjemahkan ke dalam produk yang dihasilkan.

Keberadaan QC juga penting karena pihak yang membuat produk sering kali memiliki bias terhadap hasil pekerjaannya sendiri. Oleh karena itu, diperlukan fungsi independen yang melakukan pemeriksaan dan verifikasi.

Dengan adanya QC:

  • Kebutuhan pelanggan lebih diperhatikan

  • Standar kualitas lebih terjaga

  • Kepercayaan pelanggan meningkat

  • Reputasi perusahaan lebih baik

Kepercayaan pelanggan inilah yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis dan profit perusahaan.

Contoh Nyata di Industri Pertambangan

Kontribusi QC terhadap profit juga terlihat jelas di industri pertambangan.

Salah satu praktisi membagikan dua contoh kasus:

1. Mencegah Kerugian Akibat Kontaminasi Produk

Adanya foreign object atau benda asing pada batubara dapat menyebabkan satu batch produk ditolak.

Jika QC tidak berjalan dengan baik, kerugian yang ditimbulkan bisa sangat besar karena seluruh batch berpotensi mengalami reject.

2. Menjaga Kesiapan Alat Produksi

QC yang tidak efektif dalam proses maintenance dapat menyebabkan penurunan kesiapan alat (physical availability).

Misalnya, jika dua unit excavator mengalami gangguan dan tidak dapat beroperasi secara optimal, maka satu armada pengangkut batubara juga akan berhenti.

Dampaknya:

  • Produksi menurun drastis

  • Target pengiriman terganggu

  • Potensi pendapatan perusahaan berkurang

Contoh ini menunjukkan bahwa kualitas tidak hanya terkait produk, tetapi juga berkaitan dengan keandalan proses dan peralatan.

QC Membantu Mencegah Komplain dan Retur

Peran utama QC adalah memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Pengendalian dilakukan mulai dari:

  • Bahan baku

  • Bahan tambahan

  • Bahan penolong

  • Proses produksi

  • Produk jadi

Tanpa pengawasan kualitas yang memadai, hasil akhir produk menjadi tidak konsisten dan berisiko keluar dari spesifikasi yang dipersyaratkan.

Akibatnya:

  • Komplain pelanggan meningkat

  • Produk diretur

  • Biaya operasional bertambah

  • Kepuasan pelanggan menurun

Semua biaya tersebut pada akhirnya akan mengurangi keuntungan perusahaan.

Kesimpulan

Pertanyaan "Apakah QC menghasilkan profit?" sebenarnya dapat dijawab dengan perspektif yang lebih luas.

QC mungkin tidak menciptakan pendapatan secara langsung seperti bagian penjualan atau produksi. Namun, QC berperan besar dalam:

  • Mengurangi biaya kegagalan kualitas

  • Mencegah produk cacat sampai ke pelanggan

  • Menurunkan biaya rework dan scrap

  • Menghindari komplain dan retur

  • Menjaga kepercayaan pelanggan

  • Meningkatkan efisiensi operasional

  • Melindungi reputasi perusahaan

Dengan kata lain, QC membantu perusahaan mempertahankan dan meningkatkan profit melalui pengendalian kualitas yang efektif.

Tanpa QC, risiko kerugian akibat produk cacat, pemborosan, dan hilangnya kepercayaan pelanggan justru akan jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan fungsi quality itu sendiri.

=== 
Tulisan di atas merupakan hasil diskusi grup QualityClub

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...