Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam implementasi ISO 9001 adalah: "Jika alat ukur sudah dikalibrasi oleh pihak eksternal, apakah perusahaan masih perlu memiliki standar keberterimaan sendiri dan melakukan verifikasi terhadap alat yang telah dikalibrasi?" Jawabannya adalah ya, tetap perlu. Kalibrasi Bukan Akhir dari Tanggung Jawab Banyak organisasi beranggapan bahwa setelah alat ukur dikalibrasi oleh laboratorium eksternal dan memperoleh sertifikat kalibrasi, maka alat tersebut otomatis dapat digunakan. Padahal, tanggung jawab terhadap kelayakan alat ukur tetap berada pada organisasi yang menggunakan alat tersebut. Laboratorium kalibrasi hanya memberikan data hasil pengukuran, seperti nilai penyimpangan ( error ), ketidakpastian pengukuran, dan status kalibrasi berdasarkan ruang lingkup mereka. Keputusan apakah alat tersebut layak digunakan untuk proses perusahaan adalah tanggung jawab organisasi. Mengapa Perusahaan Harus Memiliki Standar Keberterimaan? Setiap organ...
Berikut rangkuman diskusi QualityClub tentang cara menjaga komitmen menjalankan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001 selain melaksanaan audit internal secara rutin. === Menjaga Komitmen SMM ISO 9001 Tidak Cukup Hanya Audit Salah satu member QualityClub bertanya: “Menurut teman-teman, apa saja yang bisa dilakukan supaya perusahaan atau departemen tetap konsisten dan komitmen menjalankan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001, selain rutin audit internal?” Dari diskusi yang muncul, ada beberapa poin menarik yang bisa menjadi inspirasi. 1. Implementasi Harus Dilakukan Rutin di Setiap Divisi SMM tidak cukup hanya dibahas saat audit. Implementasi perlu dijalankan setiap hari oleh masing-masing bagian atau divisi. Hasil implementasi juga sebaiknya disampaikan secara transparan dan dibahas dalam meeting divisi. Dengan begitu, masalah bisa diketahui lebih awal dan potensi temuan audit dapat diminimalkan. 2. SOP Harus Selalu Direview Sesuai Kondisi Terkini Salah satu cara menjaga sistem tetap h...