Rangkuman Diskusi QualityClub Salah satu anggota QualityClub menceritakan pengalamannya. Perusahaannya sudah menerapkan ISO selama kurang lebih 6 tahun dan sekarang memasuki tahun ke-7, atau akan menghadapi resertifikasi yang kedua. Namun, meskipun sudah cukup lama menerapkan ISO, masih banyak masalah yang terjadi. Mulai dari complaint customer sampai keterlambatan maintenance yang akhirnya juga menyebabkan complaint dari customer. Sebagai Management representative (MR), ia juga sering mendapat sindiran dari Top Management bahwa penerapan ISO di perusahaan hanya sekadar formalitas . Pertanyaannya kemudian dilempar ke teman-teman di QualityClub: Apakah ada yang pernah mengalami kondisi seperti ini? Bagaimana cara mengatasinya? ISO Jangan Menjadi One Man Show Salah satu tanggapan dalam diskusi menyebutkan bahwa kondisi seperti ini cukup banyak terjadi di perusahaan yang sudah menerapkan ISO, bahkan yang sudah bertahun-tahun. Salah satu penyebabnya adalah penerapan ISO masih one man show....
Di banyak perusahaan yang telah menerapkan ISO 9001, sering muncul pertanyaan mengenai pengelolaan dokumen Standard Operating Procedure (SOP). Salah satu pertanyaan yang cukup sering dibahas adalah: Apakah SOP perlu dipisahkan menjadi SOP ISO dan SOP Non-ISO? Pertanyaan ini umumnya muncul ketika ada fungsi atau departemen yang tidak termasuk dalam ruang lingkup (scope) sertifikasi ISO, seperti Finance, Legal, atau fungsi pendukung lainnya. Lalu, bagaimana praktik yang diterapkan di berbagai perusahaan? SOP Non-ISO Umumnya Berasal dari Departemen yang Di Luar Scope ISO Di beberapa perusahaan, departemen Finance memang tidak dimasukkan dalam ruang lingkup sertifikasi ISO 9001. Akibatnya, SOP yang mengatur proses Finance sering disebut sebagai SOP Non-ISO . Meskipun demikian, sebagian besar perusahaan tetap menggunakan format dokumen yang sama dengan SOP lainnya. Dokumen tersebut tetap diregistrasi oleh Document Control Center (DCC) atau fungsi pengendali dokumen sehingga identitas, p...