Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul dalam penerapan sistem manajemen mutu adalah: "Untuk kegiatan kalibrasi alat, sebaiknya menggunakan Prosedur atau Instruksi Kerja (IK)?" Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu. Dalam praktiknya, kebutuhan dokumen sangat bergantung pada kompleksitas proses kalibrasi dan bagaimana perusahaan mengelolanya. Memahami Perbedaan Prosedur dan Instruksi Kerja Secara umum, Prosedur menjelaskan bagaimana suatu proses dikelola. Dokumen ini memuat tujuan, ruang lingkup, tanggung jawab, alur kegiatan, serta pengendalian yang harus dilakukan agar proses berjalan secara konsisten. Sementara itu, Instruksi Kerja (IK) menjelaskan secara rinci bagaimana suatu pekerjaan teknis dilakukan. Dokumen ini berisi langkah-langkah operasional yang harus diikuti oleh petugas saat melaksanakan pekerjaan. Dengan kata lain, prosedur menjawab pertanyaan "apa yang harus dilakukan dan siapa yang bertanggung jawab" , sedangkan instruksi kerja me...
Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam implementasi ISO 9001 adalah: "Jika alat ukur sudah dikalibrasi oleh pihak eksternal, apakah perusahaan masih perlu memiliki standar keberterimaan sendiri dan melakukan verifikasi terhadap alat yang telah dikalibrasi?" Jawabannya adalah ya, tetap perlu. Kalibrasi Bukan Akhir dari Tanggung Jawab Banyak organisasi beranggapan bahwa setelah alat ukur dikalibrasi oleh laboratorium eksternal dan memperoleh sertifikat kalibrasi, maka alat tersebut otomatis dapat digunakan. Padahal, tanggung jawab terhadap kelayakan alat ukur tetap berada pada organisasi yang menggunakan alat tersebut. Laboratorium kalibrasi hanya memberikan data hasil pengukuran, seperti nilai penyimpangan ( error ), ketidakpastian pengukuran, dan status kalibrasi berdasarkan ruang lingkup mereka. Keputusan apakah alat tersebut layak digunakan untuk proses perusahaan adalah tanggung jawab organisasi. Mengapa Perusahaan Harus Memiliki Standar Keberterimaan? Setiap organ...