Langsung ke konten utama

Sharing Best Practice: Penomoran Revisi Dokumen ISO

 Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub Dear QualityClub, Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut. Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen. Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini. Pertanyaan: Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu. Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya. Saya melihat beberapa format berikut: Revisi 1 Revisi 01 Revisi 0.1 Demikian, terima kasih. Tanggapan 1 Di tempat kami menggunakan format: Revisi 01 Revisi 02 dan seterusnya. Tanggapan 2 Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya: PRO-XXX-XXX-00 Angka “00” menunjukkan ...

Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Topik Diskusi QualityClub – 18 Desember 2019

Prosedur kerja sangat diperlukan dalam penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001. Prosedur kerja merupakan dokumen yang memuat panduan kerja yang melibatkan beberapa departemen dalam perusahaan.

Pertanyaannya, siapa yang berhak menyusun prosedur kerja?

Topik ini didiskusikan dalam grup ISO QualityClub melalui WhatsApp. Berikut ringkasannya:
---
Pertanyaan:

Selamat sore Pak Zul dan rekan-rekan, saya memiliki pertanyaan.

Siapakah yang berhak atau diperbolehkan menyusun dokumen seperti prosedur atau instruksi kerja? Apakah hanya tim ISO yang tercantum dalam struktur organisasi ISO, ataukah semua kepala departemen (yang tidak termasuk dalam struktur tersebut) dapat menyusun dan mengajukan prosedur/IK?

Terima kasih.
---
Tanggapan 1:

Setiap departemen, terlepas dari apakah masuk dalam struktur ISO atau tidak, sebaiknya bertanggung jawab menyusun prosedur atau instruksi kerja karena merekalah yang paling memahami proses atau aktivitas di unit kerja masing-masing.

Proses tersebut kemudian dituangkan ke dalam prosedur atau instruksi kerja.
---
Tanggapan 2:

Pihak yang layak dan ideal untuk menyusun SOP/IK adalah pemilik proses atau pihak yang terlibat langsung dalam proses tersebut. Hanya pihak terkait yang memahami dengan baik SOP/IK di bagiannya.

Contoh: Prosedur accounting sebaiknya disusun oleh personel accounting karena mereka yang paling memahami proses di area kerjanya.

Apabila diperlukan diskusi untuk perbaikan dan pengembangan SOP/IK, tidak masalah melibatkan pihak lain hingga tahap finalisasi.

Adapun hal-hal teknis seperti approval, penerbitan, dan distribusi dapat diatur secara internal sesuai kebijakan perusahaan.
---
Tanggapan 3:

Pemilik proses lebih memahami tahapan pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Untuk dokumen QMS dapat disusun oleh Tim ISO, sedangkan SOP atau IK disusun oleh masing-masing departemen atau pemilik proses.
---
Join QualityClub, grup  diskusi ISO, klik pendaftaran.
--- 
Baca juga:

Komentar

  1. Kalau untuk review prosedur apakah dari pemilik proses juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemilik proses yang bertanggung jawab untuk melakukan review prosedur yang dimilikinya.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Ini Dia Dokumen SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan)

Anda dapat men-download dokumen SMKP. SMKP singkatan dari Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan,  merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan yang khusus mengatur risiko keselamatan pertambangan . Penerapan SMKP bermanfaat untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di bidang pertambangan. SMKP membutuhkan sejumlah dokumen SMKP seperti SOP atau panduan, termasuk dokumen-dokumen yang disyaratkan SMKP. Seorang anggota QualityClub memberikan contoh-contoh dokumen yang umum diterapkan dalam sistem SMKP. Ia berbagi beberapa dokumen SMKP  untuk QualityClub . Informasi dokumen bisa dilihat  via link google drive dokumen SMKP Setelah mendapat persetujuan pemilik dokumen, semua dokumen SMKP bisa di-download. Semoga bermanfaat buat pekerjaan Anda. Baca juga ISO 45001: Bagaimana identifikasi karyawan yang memiliki penyakit dalam K3