Skip to main content

Apa tugas Lead Auditor ISO?





Selamat siang,
Saya ingin bertanya kembali. Apa saja job desk Lead Auditor? Mengapa ada posisi Lead Auditor? Terima kasih.

---

Lead Auditor di perusahaan biasanya ditunjuk saat audit internal berlangsung. Proses penunjukannya dipilih dari auditor internal yang ada. Namun, saat audit eksternal berlangsung, seorang Lead Auditor harus memiliki sertifikat Lead Auditor serta pengalaman audit (jam terbang) yang lebih banyak.

Semoga dapat menjawab pertanyaan Bapak Brahmana.
---
Tugas Lead Auditor (Internal)

Seorang Lead Auditor internal bertugas mengoordinasikan seluruh kegiatan audit, antara lain:
  • Memperkenalkan para auditor saat opening meeting.
  • Memastikan jadwal audit berjalan sesuai rencana.
  • Mengatur tugas para auditor internal.
  • Membuat laporan hasil audit.
  • Menyampaikan hasil audit kepada manajemen saat closing meeting.
  • Menyelesaikan dan memantau tindak lanjut atas temuan audit.
Untuk Lead Auditor eksternal, penugasannya diatur oleh badan sertifikasi (certification body) yang menunjuknya.
---
Tugas Lead Auditor (Umum)

1. Menyusun jadwal audit.
2. Menentukan area sampling yang akan diaudit.
3. Menentukan jumlah auditor (manpower) sesuai dengan luas area audit.
4. Menentukan jumlah hari pelaksanaan audit.
5. Mengadakan rapat koordinasi dengan anggota tim auditor.
6. Menentukan kriteria jenis temuan audit (major, minor, kritikal, observasi).
7. Membuat kesimpulan hasil audit.
8. Menyampaikan hasil audit dalam closing meeting.

---

Tambahan Tugas Lead Auditor

1. Membuat keputusan akhir hasil audit.
2. Menyiapkan rencana audit.
3. Menetapkan peran dalam tim audit.
4. Memberikan pengarahan kepada tim.
5. Meninjau dokumen terkait audit.
6. Mewakili tim saat opening dan closing meeting.
7. Melaporkan ketidaksesuaian kritis.
8. Melaporkan hambatan utama dalam proses audit.
9. Memeriksa laporan audit dari tim dan menyusun laporan akhir.

---
Penjelasan Tambahan

1. Menyusun Jadwal Audit
Jadwal audit disusun sebelum kunjungan ke lokasi perusahaan dan disampaikan kepada perwakilan perusahaan melalui email. Pada saat opening meeting, jadwal dikonfirmasi kembali apakah sudah sesuai atau terdapat perubahan urutan kunjungan ke departemen/area tertentu.

2. Menentukan Area Sampling
Bertujuan agar seluruh area tetap tercakup meskipun menggunakan metode sampling.

3. Menentukan Jumlah Auditor
Disesuaikan dengan luas area audit agar pelaksanaan berjalan efektif, tepat waktu, dan efisien.

4. Menentukan Jumlah Hari Audit
Jika lokasi berjauhan, jumlah hari audit dapat ditambah. Penambahan auditor juga dapat dipertimbangkan.

5. Rapat Koordinasi Tim
Bertujuan membagi tugas sesuai keahlian serta merangkum hasil temuan berdasarkan klausul/elemen audit dengan format yang telah ditentukan.

6. Menentukan Kriteria Temuan
Untuk menyamakan persepsi mengenai tingkat ketidaksesuaian terhadap standar serta menentukan batas waktu tindakan perbaikan oleh auditee.

7. Menyusun Kesimpulan Audit
Kesimpulan dibuat dalam bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Sebelum menyampaikan temuan, sebaiknya diawali dengan penyampaian hal-hal positif yang telah dilakukan oleh departemen/perusahaan yang diaudit.

8. Menyampaikan Hasil Audit (Closing Meeting)
Selain laporan hasil audit, Lead Auditor juga dapat menyampaikan rencana audit berikutnya agar auditee dapat mempersiapkan data dan implementasi sistem (misalnya ISO) yang akan diaudit.
---

Baca juga:





Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...