Skip to main content

Kapan Formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan Digunakan?

 

Bapak dan Ibu Quality,

Saya ingin bertanya. Di tempat kami terdapat formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan. Formulir ini biasanya diisi ketika terdapat temuan dalam audit internal.

Pertanyaannya, apakah formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan tersebut dapat digunakan di luar kegiatan audit?

Mohon pencerahannya. Terima kasih.
 

Jawaban dan Diskusi

Jawaban 1
Bisa, misalnya untuk tindak lanjut atas produk tidak sesuai.

Jawaban 2
Bisa.
Sebagai contoh (di laboratorium), ketika hasil uji banding atau uji profisiensi menunjukkan hasil outlier, maka tindak lanjutnya dapat dicatat dalam formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan.

Jawaban 3
Setuju. Di organisasi kami, Form PTKP (Permintaan Tindakan Koreksi dan Pencegahan) digunakan untuk semua jenis ketidaksesuaian yang memengaruhi kualitas, keamanan pangan, keorganikan, dan kehalalan produk maupun sistem.

Selain yang telah disebutkan sebelumnya, formulir ini juga digunakan untuk:

  • Keluhan pelanggan
  • Ketidaksesuaian hasil medical check-up karyawan
  • Tindak lanjut hasil survei kepuasan pelanggan
  • Tindak lanjut temuan audit pelanggan (customer audit)
  • Validasi proses atau produk baru
PTKP yang digunakan secara optimal dapat menjadi bahan dalam kaji ulang manajemen serta membantu mengurangi ketidaksesuaian. Hal ini karena penetapan masalah (problem), akar penyebab (root cause), koreksi (correction), tindakan korektif (corrective action), dan tindakan pencegahan (preventive action) menjadi lebih terarah apabila didokumentasikan dan disepakati oleh pihak terkait.

Jawaban 4
Di tempat kami, formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan digunakan tidak hanya untuk kegiatan audit, tetapi juga untuk kegiatan lainnya yang memerlukan tindak lanjut perbaikan.

Jawaban 5
Formulir tersebut juga dapat digunakan sebagai dasar usulan perubahan suatu proses.

Jawaban 6
Di tempat kami, formulir ini disebut CAR (Corrective Action Request) dan disusun mengikuti metode 8D (Eight Disciplines). Formulir ini digunakan untuk menindaklanjuti setiap ketidaksesuaian yang ditemukan, baik dari:
  • Audit internal
  • Audit eksternal
  • Pengukuran atau pengujian produk
  • Incoming inspection
  • Keluhan pelanggan (customer complaint)
  • Insiden atau kecelakaan K3 (HSE incident/accident), dan lain-lain
Jawaban 7
  • Formulir yang kami gunakan memuat tiga kategori tindakan:
  • Koreksi (tindakan untuk meminimalkan dampak atau akibat).
  • Tindakan Korektif (tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian).
  • Tindakan Pencegahan (tindakan untuk menghilangkan potensi penyebab ketidaksesuaian).


Baca juga

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...