Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub Dear QualityClub, Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut. Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen. Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini. Pertanyaan: Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu. Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya. Saya melihat beberapa format berikut: Revisi 1 Revisi 01 Revisi 0.1 Demikian, terima kasih. Tanggapan 1 Di tempat kami menggunakan format: Revisi 01 Revisi 02 dan seterusnya. Tanggapan 2 Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya: PRO-XXX-XXX-00 Angka “00” menunjukkan ...
Topik diskusi Kopdar QualityClub banyak sekali, beberapa telah saya catat
Topik diskusi antara lain tentang pemilihan lembaga sertifikasi. Seorang peserta kopdar yang bekerja di bidang telekomunikasi mengadopsi 2 standar ISO dan menggunakan 2 lembaga sertifikasi.
Pembahasan tentang tabel risiko, khususnya tentang integrasi antara tabel risiko mutu, HIRADC dan tabel risiko aspek dan dampak lingkungan menjadi bahasan yang menarik dalam kopdar kemarin.
Dokumen yang dapat digunakan untuk menggantikan manual mutu - dokumen yang sudah tidak disyaratkan oleh standar ISO 9001- menjadi masukan yang bermanfaat buat para peserta lain.
Kendala-kendala dalam penerapan ISO tentu menjadi topik pembahasan yang disertai tanya jawab dan sharing sesama anggota QualityClub untuk setidaknya penanggulangan.
Apa-apa saja yang baru dalam ISO 9001:2015, termasuk perbedaan ISO 45001 dan OHSAS turut dibahas.
Dokumen-dokumen telah saya sharing untuk peserta kopdar khususnya terkait penerapan ISO 9001 dan ISO 45001, misanya manual ISO 45001, contoh tabel risiko ISO 9001, SOP manajemen risiko, dan dokumen lain untuk yang hadir dalam acara kopdar.
Seorang peserta berbagi dokumen konteks organasi, daftar pihak berkepentingan berikut keinginan dan harapannya, termasuk risk register, risk opportunity tata cara pengisian tabel risiko dalam format xcel (terima kasih pak Edi). Dokumen ini akan share ke grup nanti.
Terima kasih telah hadir dalam acara kopdar QualityClub kemarin, sampai jumpa di kopdar Januari 2019.
Topik diskusi antara lain tentang pemilihan lembaga sertifikasi. Seorang peserta kopdar yang bekerja di bidang telekomunikasi mengadopsi 2 standar ISO dan menggunakan 2 lembaga sertifikasi.
Pembahasan tentang tabel risiko, khususnya tentang integrasi antara tabel risiko mutu, HIRADC dan tabel risiko aspek dan dampak lingkungan menjadi bahasan yang menarik dalam kopdar kemarin.
Dokumen yang dapat digunakan untuk menggantikan manual mutu - dokumen yang sudah tidak disyaratkan oleh standar ISO 9001- menjadi masukan yang bermanfaat buat para peserta lain.
Kendala-kendala dalam penerapan ISO tentu menjadi topik pembahasan yang disertai tanya jawab dan sharing sesama anggota QualityClub untuk setidaknya penanggulangan.
Apa-apa saja yang baru dalam ISO 9001:2015, termasuk perbedaan ISO 45001 dan OHSAS turut dibahas.
Dokumen-dokumen telah saya sharing untuk peserta kopdar khususnya terkait penerapan ISO 9001 dan ISO 45001, misanya manual ISO 45001, contoh tabel risiko ISO 9001, SOP manajemen risiko, dan dokumen lain untuk yang hadir dalam acara kopdar.
Seorang peserta berbagi dokumen konteks organasi, daftar pihak berkepentingan berikut keinginan dan harapannya, termasuk risk register, risk opportunity tata cara pengisian tabel risiko dalam format xcel (terima kasih pak Edi). Dokumen ini akan share ke grup nanti.
Terima kasih telah hadir dalam acara kopdar QualityClub kemarin, sampai jumpa di kopdar Januari 2019.





Komentar
Posting Komentar