Skip to main content

Pertanyaan Surveillance Audit ISO 9001:2015

Daftar pertanyaan audit ISO 9001

Tulisan ini dibagikan oleh salah satu anggota Quality Club yang telah menghadapi proses sertifikasi ISO 9001:2015. Berikut pertanyaan auditor yang ia catat:


PERTANYAAN AUDITOR EKSTERNAL ISO 9001:2015

Umum

(Ditanyakan kepada setiap divisi/bagian)

  • Struktur organisasi

  • Sasaran mutu dan review pencapaiannya. Jika ada yang tidak tercapai, harus ada tindakan perbaikan/perubahan dan didokumentasikan.

  • Isu yang ada di divisi/bagian, baik internal maupun eksternal

  • Risk assessment/register beserta penjelasan mitigasinya

  • Apakah ada perubahan dan/atau penurunan nilai risiko dibandingkan tahun lalu?


Top Management

  • Kebijakan mutu dan target perusahaan

  • Change management


Divisi Sales

  • Metode pencarian sales dan prosesnya (misalnya: melalui tender, permintaan dari customer, atau repeat order)

  • Pipeline sales dibandingkan dengan sasaran mutu


Divisi HC (HRD)

  • Proses di HC, mulai dari rekrutmen, pengembangan karyawan, hingga proses karyawan resign

  • Permintaan untuk menunjukkan bukti proses sejak awal hingga karyawan resign. Untuk proses rekrutmen dilakukan sampling (level staf, manajer, dll., jika ada). Harus disiapkan bukti dokumentasi sejak awal, termasuk dokumen requisition dari user.

  • Turnover tahun lalu dan turnover sampai dengan Q2 tahun ini

  • Training: training plan, sampling pelaksanaan training (daftar hadir, materi, evaluasi). Evaluasi mencakup kuesioner dan tindak lanjut atas hasil analisis kuesioner.


Divisi Customer Care

  • Laporan hasil survei

  • Sampling hasil survei dari customer


Divisi Development & Implementasi

  • Sampling proses development dan implementasi, serta pengecekan bukti dokumentasinya


Divisi Internal Audit

  • Rekap temuan audit sampai dengan Q3 dan update status temuan



Baca juga:

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...