Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub Dear QualityClub, Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut. Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen. Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini. Pertanyaan: Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu. Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya. Saya melihat beberapa format berikut: Revisi 1 Revisi 01 Revisi 0.1 Demikian, terima kasih. Tanggapan 1 Di tempat kami menggunakan format: Revisi 01 Revisi 02 dan seterusnya. Tanggapan 2 Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya: PRO-XXX-XXX-00 Angka “00” menunjukkan ...
ISO 9001:2015 mengatur agar dokumen dilindungi dengan baik supaya dokumen terhindar dari kehilangan kerahasiaan (loss of confidentiality) penggunaan yang tidak sesuai (improper use) atau kehilangan integritas (loss of integrity).
Berikut ini rangkuman QualityClub terkait topik di atas, Rabu 19 Mei 2021.
---
Dear Rekan - QualityCLub
Mohon pencerahannnya untuk pengisian form dalam penarapan ISO 9001-2015, apabila ada kesalahan pengisian apakah boleh ditipex atau harus dicoret, diparaf, ditulis pengisiannya yang benar di sebelahnya. Terima kasih atas jawabannya
---
Iya yang saya tahu sih begitu. Hal ini untuk menunjukkan bukti ada yang diperbaiki, bukan diganti..dan ada yg bertanggung jawab atas perbaikan itu.
Tidak di tip x
---
izin pendapat: munurut saya sebisanya hindari penggunaan tipex..lebih baik coret paraf saja biar autentiknya terjaga...
---
Saran saya agar data yang salah di coret dan lalu diberi paraf pada data yang dirubah tsb. Tata cara perubahan atas kesalahan pengisian data sebainya di tuangkan dalam prosedur atau instruksi kerja agar jelas aturannya.
---
Selesai
Berikut ini rangkuman QualityClub terkait topik di atas, Rabu 19 Mei 2021.
---
Dear Rekan - QualityCLub
Mohon pencerahannnya untuk pengisian form dalam penarapan ISO 9001-2015, apabila ada kesalahan pengisian apakah boleh ditipex atau harus dicoret, diparaf, ditulis pengisiannya yang benar di sebelahnya. Terima kasih atas jawabannya
---
Iya yang saya tahu sih begitu. Hal ini untuk menunjukkan bukti ada yang diperbaiki, bukan diganti..dan ada yg bertanggung jawab atas perbaikan itu.
Tidak di tip x
---
izin pendapat: munurut saya sebisanya hindari penggunaan tipex..lebih baik coret paraf saja biar autentiknya terjaga...
---
Saran saya agar data yang salah di coret dan lalu diberi paraf pada data yang dirubah tsb. Tata cara perubahan atas kesalahan pengisian data sebainya di tuangkan dalam prosedur atau instruksi kerja agar jelas aturannya.
---
Selesai
Komentar
Posting Komentar