Skip to main content

Kriteria Auditor ISO, kira-kira seperti ini

Penjelasan kriteria auditor ISO 9001
Kriteria Auditor dalam Audit Internal ISO 9001


Dalam prosedur audit internal ISO 9001, sebaiknya dicantumkan kriteria yang harus dimiliki oleh seorang auditor internal. Auditor perlu memiliki kompetensi yang memadai agar dapat melaksanakan kegiatan audit secara efektif dan objektif.

Menurut ISO, kompetensi merupakan kombinasi dari pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan pengalaman. Oleh karena itu, keempat unsur tersebut sebaiknya dicantumkan dalam prosedur audit internal sebagai dasar penentuan kriteria auditor.

Contoh Kriteria Auditor Internal
Berikut contoh kriteria auditor internal yang umum digunakan di perusahaan (sering juga disebut sebagai kompetensi auditor):

1. Pelatihan
Auditor telah mengikuti pelatihan sistem manajemen mutu dan teknik audit, serta memiliki sertifikat auditor internal, baik dari pelatihan internal perusahaan maupun dari lembaga eksternal.

2. Pengalaman
Auditor telah bekerja di perusahaan dalam jangka waktu tertentu, misalnya minimal 6 bulan atau 1 tahun, sehingga telah memahami proses bisnis perusahaan.

3. Keterampilan
Auditor memiliki keterampilan yang mendukung pelaksanaan audit, misalnya kemampuan berbahasa Inggris atau Jepang, terutama jika dokumen perusahaan banyak menggunakan kedua bahasa tersebut.

4. Pendidikan
Auditor minimal memiliki latar belakang pendidikan Diploma 3 (D3) atau setara.

Dengan adanya kriteria tersebut, perusahaan dapat memastikan bahwa auditor internal yang ditunjuk memiliki kompetensi yang memadai untuk melakukan audit.
---
Diskusi QualityClub: Kriteria Auditor ISO
Berikut ringkasan diskusi QualityClub pada Jumat, 28 Mei 2021 dengan topik Kriteria Auditor ISO.

Pertanyaan
Dear all,
Mohon informasi, apakah dalam prosedur audit internal perlu dicantumkan kriteria yang harus dimiliki oleh seorang auditor internal?

Tanggapan
Salah satu peserta diskusi membagikan praktik di perusahaannya, yaitu:

1. Auditor telah mengikuti pelatihan auditor internal dan memiliki sertifikat.
2. Auditor telah mengikuti pelatihan ISO dan memiliki sertifikat.
3. Auditor telah bekerja minimal 6 bulan, sehingga memahami proses bisnis perusahaan.

Tanggapan lain menjelaskan bahwa:
  • Poin 1 dan 2 termasuk dalam kriteria pelatihan.
  • Poin 3 termasuk dalam kriteria pengalaman.
Ada juga perusahaan yang mencantumkan ketentuan tambahan dalam SOP audit internal, misalnya:
  • Auditor telah mengikuti pelatihan auditor internal.
  • Nilai ujian pelatihan minimal 70.
  • Auditor tidak diperbolehkan mengaudit divisinya sendiri untuk menjaga objektivitas.
Selain itu, dalam beberapa organisasi, jabatan juga dapat dijadikan sebagai salah satu kriteria auditor. Misalnya dalam dunia pendidikan, auditor internal dapat berasal dari jabatan tertentu seperti wakil kepala sekolah.
---

Tulisan di atas merupakan rangkuman diskusi QualityClub, yaitu forum ISO yang diselenggarakan melalui WhatsApp Group.

Bagi yang ingin menjadi anggota QualityClub, silakan mengisi formulir pendaftaran grup.


Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...