Sasaran Mutu bagi Management Representative ISO
Setiap fungsi dalam perusahaan umumnya memiliki target kerja yang terukur. Fungsi tersebut misalnya pemasaran, pembelian, produksi, quality, engineering, maintenance, dan unit kerja lainnya.
Lalu bagaimana dengan Management Representative (MR) ISO? Apakah fungsi ini juga perlu memiliki target kerja atau sasaran mutu?
Jika perlu, sasaran mutu seperti apa yang tepat bagi seorang Management Representative?
Pertanyaan ini pernah menjadi topik diskusi di QualityClub pada Rabu, 9 Juni 2021 dengan tema “Sasaran Mutu Management Representative ISO.” Berikut rangkuman diskusinya.
---
Apakah Management Representative Perlu Memiliki Sasaran Mutu?
Salah satu peserta diskusi menyampaikan bahwa di perusahaannya Management Representative tidak memiliki sasaran mutu khusus.
“Di perusahaan tempat saya bekerja, sasaran mutu untuk MR tidak ada. Apakah hal ini dapat diterima?”
---
Peran MR sebagai Fasilitator Sistem Manajemen Mutu
Ada juga pendapat yang menjelaskan bahwa peran utama MR adalah sebagai fasilitator dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 di perusahaan.
MR bertindak sebagai wakil manajemen dalam memastikan bahwa sistem manajemen mutu diterapkan dan berjalan dengan baik.
Keberhasilan MR biasanya dilihat dari pencapaian sasaran perusahaan secara keseluruhan. Sasaran tersebut biasanya telah ditetapkan dalam Manual Mutu atau dokumen sistem manajemen mutu organisasi.
Dengan kata lain, secara formal MR memiliki tanggung jawab terhadap kinerja sistem manajemen mutu di seluruh organisasi.
---
Apakah MR Perlu Memiliki Sasaran Mutu Sendiri?
Pendapat lain menyatakan bahwa hal ini tergantung pada struktur organisasi perusahaan.
MR dalam Lingkup ISO 9001:2015
Ada juga pandangan yang menekankan bahwa MR tetap termasuk dalam lingkup sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.
Pertimbangannya:
---
Pentingnya Sasaran Mutu bagi Setiap Fungsi
Pendapat lain dalam diskusi menegaskan bahwa setiap divisi sebaiknya memiliki sasaran mutu.
Tanpa sasaran mutu, organisasi akan kesulitan menentukan target yang ingin dicapai dalam menjalankan sistem manajemen mutu.
---
Kesimpulan Diskusi
Dari berbagai pendapat yang muncul, dapat disimpulkan bahwa:
Setiap fungsi dalam perusahaan umumnya memiliki target kerja yang terukur. Fungsi tersebut misalnya pemasaran, pembelian, produksi, quality, engineering, maintenance, dan unit kerja lainnya.
Lalu bagaimana dengan Management Representative (MR) ISO? Apakah fungsi ini juga perlu memiliki target kerja atau sasaran mutu?
Jika perlu, sasaran mutu seperti apa yang tepat bagi seorang Management Representative?
Pertanyaan ini pernah menjadi topik diskusi di QualityClub pada Rabu, 9 Juni 2021 dengan tema “Sasaran Mutu Management Representative ISO.” Berikut rangkuman diskusinya.
---
Apakah Management Representative Perlu Memiliki Sasaran Mutu?
Salah satu peserta diskusi menyampaikan bahwa di perusahaannya Management Representative tidak memiliki sasaran mutu khusus.
“Di perusahaan tempat saya bekerja, sasaran mutu untuk MR tidak ada. Apakah hal ini dapat diterima?”
---
Peran MR sebagai Fasilitator Sistem Manajemen Mutu
Ada juga pendapat yang menjelaskan bahwa peran utama MR adalah sebagai fasilitator dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001 di perusahaan.
MR bertindak sebagai wakil manajemen dalam memastikan bahwa sistem manajemen mutu diterapkan dan berjalan dengan baik.
Keberhasilan MR biasanya dilihat dari pencapaian sasaran perusahaan secara keseluruhan. Sasaran tersebut biasanya telah ditetapkan dalam Manual Mutu atau dokumen sistem manajemen mutu organisasi.
Dengan kata lain, secara formal MR memiliki tanggung jawab terhadap kinerja sistem manajemen mutu di seluruh organisasi.
---
Apakah MR Perlu Memiliki Sasaran Mutu Sendiri?
Pendapat lain menyatakan bahwa hal ini tergantung pada struktur organisasi perusahaan.
- Jika MR merupakan departemen tersendiri, maka sebaiknya memiliki sasaran mutu sendiri.
- Jika MR berada di bawah departemen lain, maka sasaran mutunya dapat digabung dengan sasaran mutu departemen tersebut.
MR dalam Lingkup ISO 9001:2015
Ada juga pandangan yang menekankan bahwa MR tetap termasuk dalam lingkup sistem manajemen mutu ISO 9001:2015.
Pertimbangannya:
- Apakah MR termasuk dalam ruang lingkup ISO 9001?
- Apakah MR memiliki risiko dalam menjalankan tugasnya?
---
Pentingnya Sasaran Mutu bagi Setiap Fungsi
Pendapat lain dalam diskusi menegaskan bahwa setiap divisi sebaiknya memiliki sasaran mutu.
Tanpa sasaran mutu, organisasi akan kesulitan menentukan target yang ingin dicapai dalam menjalankan sistem manajemen mutu.
---
Kesimpulan Diskusi
Dari berbagai pendapat yang muncul, dapat disimpulkan bahwa:
- Management Representative berperan sebagai fasilitator dan wakil manajemen dalam penerapan sistem manajemen mutu.
- Sasaran mutu MR tidak selalu ditetapkan secara khusus di setiap organisasi.
- Jika MR berdiri sebagai fungsi tersendiri, sebaiknya memiliki sasaran mutu yang jelas.
- Sasaran mutu dapat juga dikaitkan dengan keberhasilan implementasi sistem manajemen mutu di organisasi.

Comments
Post a Comment