Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub Dear QualityClub, Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut. Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen. Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini. Pertanyaan: Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu. Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya. Saya melihat beberapa format berikut: Revisi 1 Revisi 01 Revisi 0.1 Demikian, terima kasih. Tanggapan 1 Di tempat kami menggunakan format: Revisi 01 Revisi 02 dan seterusnya. Tanggapan 2 Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya: PRO-XXX-XXX-00 Angka “00” menunjukkan ...
Saya membaca harian Kompas (9/10/21) yang memuat berita lima orang tewas di gorong-gorong di Tangerang. Kasus itu bermula ketika tiga pekerja memeriksa pipa yang terdapat dalam gorong-gorong.
Tiga pekerja terperosok ke dalam gorong-gorong dan meninggal. Dua warga sekitar berusaha menolong, tetapi ikut terperosok dan meninggal. Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan ada gas berbahaya bagi manusia di dalam gorong-gorong tersebut.
Seperti kita ketahui, penyebab langsung dari suatu kecelakaan adalah perilaku yang tidak aman atau praktik kerja yang tidak standar, selain keadaan yang tidak aman di tempat kerja.
Saya tertarik membahas cara mencegah kecelakan kerja melalui praktik "Behavior Based Safety". Pembahasan ini akan diselenggarakan melalui webinar QualityClub Kamis, minggu depan.
Baca juga:

Komentar
Posting Komentar