Skip to main content

Ini Dia Pihak Berkepentingan yang dimaksud ISO 9000

Daftar pihak berkepentingan ISO 9000

Pertanyaan
Siapa Saja Pihak Berkepentingan dalam Perusahaan?

Untuk mencapai tujuan perusahaan, manajemen tidak hanya fokus pada proses internal, tetapi juga perlu memahami kebutuhan dan harapan para pihak yang berkepentingan atau stakeholder. Pihak berkepentingan adalah individu atau kelompok yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi oleh keberlangsungan kegiatan perusahaan.

Memahami siapa saja stakeholder yang relevan sangat penting. Dengan mengenali mereka, perusahaan dapat mengelola risiko dengan lebih baik sekaligus menjaga keberlanjutan usahanya.

Tulisan ini merupakan rangkuman dari diskusi Quality Club mengenai pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi.

Jawaban 1

Stakeholder Internal dan Eksternal

Secara umum, stakeholder perusahaan dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu internal dan eksternal.

A. Stakeholder Internal


Stakeholder internal adalah pihak-pihak yang berada di dalam organisasi dan secara langsung terlibat dalam aktivitas perusahaan, antara lain:
  • Karyawan
  • Pemegang saham
  • Pemilik perusahaan (owner)
  • Manajemen
  • Karyawan magang
  • Serikat pekerja
  • Koperasi karyawan

Mereka memiliki peran penting dalam menjalankan operasional perusahaan dan menentukan arah perkembangan organisasi. 

B. Stakeholder Eksternal

Stakeholder eksternal adalah pihak di luar organisasi yang memiliki hubungan atau kepentingan terhadap perusahaan. Contohnya meliputi:

  • Pelanggan
  • Pemasok (supplier)
  • Masyarakat
  • Pemerintah
  • Asosiasi
  • Media massa
  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
  • Perusahaan asuransi
  • Bank

Kelompok ini dapat memengaruhi reputasi, regulasi, maupun keberlanjutan bisnis perusahaan.

Jawaban 2
Contoh Stakeholder Menurut ISO 9001:2015

Dalam panduan ISO 9001:2015 for Small Enterprises – What to Do? (ISO, 2016), organisasi dianjurkan untuk mengidentifikasi pihak berkepentingan yang relevan. Contohnya antara lain:

  • Pelanggan
  • Pengguna akhir atau penerima manfaat
  • Mitra joint venture
  • Pemberi waralaba (franchisor)
  • Pemilik hak kekayaan intelektual
  • Organisasi induk dan anak perusahaan
  • Pemilik atau pemegang saham
  • Bankir
  • Serikat pekerja
  • Penyedia eksternal
  • Karyawan dan pihak lain yang bekerja atas nama organisasi
  • Otoritas hukum dan regulator (lokal, regional, nasional, atau internasional)
  • Asosiasi dagang dan profesi
  • Kelompok masyarakat lokal
  • Organisasi nonpemerintah (NGO)
  • Organisasi tetangga
  • Pesaing
Daftar ini menunjukkan bahwa stakeholder perusahaan tidak terbatas hanya pada pelanggan atau karyawan saja.

Jawaban 3
Mengapa Identifikasi Stakeholder Penting?

Mengidentifikasi stakeholder membantu perusahaan untuk:
  • memahami kebutuhan dan harapan pihak terkait,
  • mengelola risiko dengan lebih baik,
  • meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan, dan
  • menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat serta membangun hubungan yang lebih kuat dengan berbagai pihak yang terlibat.
---
Kesimpulan

Setiap organisasi memiliki berbagai pihak yang berkepentingan terhadap keberlangsungan bisnisnya. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengidentifikasi, memahami, dan mengelola hubungan dengan stakeholder secara sistematis. Pendekatan ini tidak hanya membantu memenuhi persyaratan standar seperti ISO 9001, tetapi juga mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.
---
Rangkuman tulisan di atas merupakan hasil diskusi Quality Club. Join QualityClub

Baca juga
Contoh kegiatan atau program untuk memenuhi kompetensi sesuai ISO 9000

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...