Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub Dear QualityClub, Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut. Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen. Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini. Pertanyaan: Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu. Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya. Saya melihat beberapa format berikut: Revisi 1 Revisi 01 Revisi 0.1 Demikian, terima kasih. Tanggapan 1 Di tempat kami menggunakan format: Revisi 01 Revisi 02 dan seterusnya. Tanggapan 2 Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya: PRO-XXX-XXX-00 Angka “00” menunjukkan ...

Diskusi Quality Club: Apakah Penyakit Karyawan Perlu Diidentifikasi sebagai Risiko K3?
Halo Quality Club,
Baru-baru ini di Jakarta terjadi kecelakaan bus. Menurut surat kabar Republika (4 November 2021), penyebab kecelakaan diduga karena sopir mengalami serangan epilepsi. Kecelakaan terjadi karena sopir tidak melakukan pengereman dan diduga kehilangan kesadaran akibat penyakit tersebut.
Pertanyaannya, dalam penerapan sistem manajemen ISO 45001, apakah penyakit yang diderita karyawan perlu diidentifikasi sebagai risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)?
---
Tanggapan Peserta Diskusi
1. Identifikasi penyakit tertentu perlu dilakukan
Menurut beberapa peserta diskusi, pada posisi atau area kerja tertentu perlu ditetapkan persyaratan kesehatan bagi karyawan.
Contohnya di salah satu perusahaan:
- Karyawan yang memiliki penyakit epilepsi atau vertigo tidak diperbolehkan bekerja di bagian teknik, kecuali di area tertentu seperti gudang suku cadang teknik.
- Operator produksi juga tidak diperbolehkan memiliki penyakit epilepsi.
---
2. Risiko tidak hanya terkait K3, tetapi juga mutu
Selain risiko K3, kondisi kesehatan karyawan juga dapat berdampak pada risiko mutu.
Oleh karena itu, proses identifikasi dan penilaian risiko perlu dilakukan secara komprehensif. Pemeriksaan kesehatan karyawan sebaiknya disesuaikan dengan jenis pekerjaan agar tidak terkesan diskriminatif.
---
3. Program kesehatan sering kurang mendapat perhatian
Dalam praktiknya, pemantauan kesehatan karyawan sering hanya dilakukan saat Medical Check Up (MCU).
Pada saat operasional berjalan normal, perhatian perusahaan sering lebih fokus pada aspek keselamatan dan mutu. Akibatnya, program kesehatan karyawan terkadang kurang mendapat perhatian yang memadai.
---
4. Regulasi sebenarnya sudah mengatur pemeriksaan kesehatan pekerja
Sebenarnya terdapat berbagai regulasi yang mewajibkan perusahaan untuk:
- melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi pekerja, dan
- mengikutsertakan pekerja dalam program jaminan K3.
Namun dalam praktiknya, aspek health (kesehatan) sering kurang diperhatikan karena perusahaan lebih fokus pada aspek safety (keselamatan).
---
5. Pemeriksaan kesehatan biasanya dilakukan sejak awal perekrutan
Beberapa perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan secara sistematis, antara lain:
- Medical Check Up awal saat proses rekrutmen.
- Pemeriksaan kesehatan yang lebih detail untuk posisi atau jabatan tertentu.
- Screening penyakit bawaan maupun kondisi fisik lainnya.
- Medical Check Up berkala, biasanya dilakukan setiap tahun.
---
6. Pemeriksaan kesehatan rutin di perusahaan
Beberapa peserta diskusi juga menyampaikan bahwa di perusahaan mereka, pemeriksaan kesehatan dilakukan:
- saat proses perekrutan karyawan, dan
- secara rutin setiap tahun melalui Medical Check Up (MCU).
Kesimpulan
Dalam penerapan ISO 45001, kondisi kesehatan karyawan dapat menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam identifikasi risiko K3. Hal ini terutama berlaku untuk pekerjaan yang memiliki risiko tinggi.
Melalui pemeriksaan kesehatan awal dan pemeriksaan berkala, perusahaan dapat memastikan bahwa pekerja berada dalam kondisi yang sesuai dengan tuntutan pekerjaannya, sehingga keselamatan, kesehatan, dan kualitas kerja dapat tetap terjaga.
---
Baca juga
Komentar
Posting Komentar