Skip to main content

Dari mana sumber isu internal dan eksternal ISO 9001?

Memahami Isu Internal dan Eksternal dalam ISO 9001:2015
Standar internasional manajemen mutu ISO 9001 memuat persyaratan mengenai isu internal dan eksternal. Apa yang dimaksud dengan isu internal dan eksternal?

Isu internal dan eksternal adalah permasalahan yang perlu diidentifikasi dan dikelola dengan baik oleh perusahaan. Isu internal merupakan permasalahan yang berasal dari dalam perusahaan, sedangkan isu eksternal adalah permasalahan yang berasal dari luar perusahaan.

QualityClub membahas isu internal dan eksternal tersebut. Berikut ini adalah hasil diskusi QualityClub.
---
Selamat pagi sahabat QualityClub.
Mohon bantuan teman-teman QualityClub untuk menanggapi pertanyaan berikut, yang terkait dengan isu internal dan eksternal dalam ISO 9001.
---
Salam sukses, Pak. Izin bertanya. Untuk isu internal dan eksternal, siapakah yang bertugas mengisinya? Dari mana sumber isu tersebut diperoleh? Apakah cukup melalui wawancara lisan kemudian dirangkum?
---
Selamat pagi Pak Zul.
Mohon izin berbagi pendapat.

Di perusahaan kami, proses ini dilakukan secara berjenjang dan melibatkan banyak pihak, baik secara top-down maupun bottom-up.

Pada tahap awal, masing-masing departemen dikoordinasikan oleh manajernya untuk melakukan diskusi. Hasil diskusi tersebut kemudian dirangkum menjadi isu pada tingkat departemen. Selanjutnya, isu-isu tersebut dibahas dalam rapat pleno bersama Management Representative (MR), di mana seluruh isu yang relevan dari berbagai pihak dikumpulkan dan disimpulkan menjadi isu internal dan eksternal organisasi secara keseluruhan.

Dasar pemikiran tim kami tetap mengacu pada analisis TOWS, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kondisi saat ini, serta harapan di masa depan.
  • T dan O : Faktor eksternal
  • W dan S : Faktor internal
Demikian sekadar berbagi pengalaman.
---
Isu internal dapat diperoleh dari hasil asesmen terhadap proses bisnis, adanya rekayasa ulang (re-engineering) proses atau organisasi, serta dari berbagai sumber lainnya.

Termasuk juga temuan major yang sebelumnya tidak pernah muncul dalam audit eksternal. Hal tersebut dapat dijadikan bahan kajian sebagai isu internal.
---
Dalam praktiknya, dari mana kita memperoleh isu internal dan eksternal?

Sebagai contoh, apakah isu tersebut dapat diperoleh dari hasil pertemuan dengan pelanggan, peninjauan dokumen internal, pertemuan dengan vendor, pembaruan peraturan perundangan, atau hasil riset pasar?
---
Sumber isu dapat berasal dari:

A. Internal (Strengths dan Weaknesses)
  1. Evaluasi kinerja atau kondisi organisasi/departemen
  2. Hasil temuan audit internal sebelumnya (NC), jika ada
  3. Usulan perbaikan
  4. Sumber lainnya
B. Eksternal (Opportunities dan Threats)
  1. Pembaruan kebijakan pemerintah atau regulator terkait
  2. Riset atau intelijen pasar perusahaan
  3. Masukan dari pelanggan
  4. Sumber lainnya
---
Di perusahaan kami, isu yang diambil adalah hal-hal yang memengaruhi bisnis perusahaan.

Untuk isu eksternal, dapat menggunakan alat analisis PESTLE. Sumbernya antara lain berasal dari umpan balik pelanggan atau pemangku kepentingan, pembaruan isu terkini (kebijakan regulator, pemerintah, berita, kurs, inflasi), serta hasil riset.

Untuk isu internal, sumbernya berasal dari kejadian di dalam perusahaan yang berkaitan dengan nilai perusahaan, budaya organisasi, pengetahuan organisasi, serta kinerja perusahaan.
---
Isu eksternal merupakan permasalahan yang berada di luar perusahaan. Kewajiban untuk mengidentifikasi isu eksternal menunjukkan bahwa keberlangsungan perusahaan juga dipengaruhi oleh kondisi di luar organisasi.

Dengan kata lain, keberhasilan perusahaan tidak hanya bergantung pada faktor internal, tetapi juga pada faktor eksternal.

---

Video QualityClub: Konteks organisasi ISO 9001:2015 

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...