Skip to main content

Sharing Best Practice: Penomoran Revisi Dokumen ISO

Bagaimana Sistem Penomoran Revisi Dokumen yang Baik dalam ISO?

 Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub


Dear QualityClub,

Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut.

Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen.

Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini.

Pertanyaan:
Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu.

Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya.

Saya melihat beberapa format berikut:

  • Revisi 1
  • Revisi 01
  • Revisi 0.1

Demikian, terima kasih.

Tanggapan 1
Di tempat kami menggunakan format:

  • Revisi 01
  • Revisi 02
  • dan seterusnya.

Tanggapan 2
Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya:

PRO-XXX-XXX-00

Angka “00” menunjukkan status revisi dokumen.

Tanggapan 3
Di tempat saya menggunakan format penomoran sebagai berikut:

009-SOP-03-031-2022-01

Keterangan:

  • 009 = Nomor urut dokumen
  • SOP = Kode klasifikasi dokumen (dapat diganti, misalnya: PDM = Pedoman, IK = Instruksi Kerja, dan lain-lain)
  • 03 = Kode departemen
  • 031 = Kode unit departemen
  • 2022 = Tahun penerbitan dokumen
  • 01 = Nomor revisi dokumen

Tanggapan 4
Di tempat kami, penomoran revisi menggunakan konsep seperti versi perangkat lunak, misalnya:

1.0; 2.0; dan seterusnya.

Jika angka di depan titik berubah, berarti terdapat revisi mayor yang bersifat signifikan dan berpengaruh terhadap proses.

Jika angka di belakang titik berubah, misalnya 1.1; 2.4; dan seterusnya, berarti hanya terdapat revisi minor, seperti perubahan redaksional, perubahan format, penyesuaian posisi, atau hasil tinjauan rutin bulanan.

---

Tulisan di atas merupakan rangkuman diskusi QualityClub, yaitu forum ISO yang diselenggarakan melalui WhatsApp Group.

Bagi yang ingin menjadi anggota QualityClub, silakan mengisi formulir pendaftaran grup.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...