Di banyak perusahaan yang telah menerapkan ISO 9001, sering muncul pertanyaan mengenai pengelolaan dokumen Standard Operating Procedure (SOP). Salah satu pertanyaan yang cukup sering dibahas adalah: Apakah SOP perlu dipisahkan menjadi SOP ISO dan SOP Non-ISO? Pertanyaan ini umumnya muncul ketika ada fungsi atau departemen yang tidak termasuk dalam ruang lingkup (scope) sertifikasi ISO, seperti Finance, Legal, atau fungsi pendukung lainnya. Lalu, bagaimana praktik yang diterapkan di berbagai perusahaan? SOP Non-ISO Umumnya Berasal dari Departemen yang Di Luar Scope ISO Di beberapa perusahaan, departemen Finance memang tidak dimasukkan dalam ruang lingkup sertifikasi ISO 9001. Akibatnya, SOP yang mengatur proses Finance sering disebut sebagai SOP Non-ISO . Meskipun demikian, sebagian besar perusahaan tetap menggunakan format dokumen yang sama dengan SOP lainnya. Dokumen tersebut tetap diregistrasi oleh Document Control Center (DCC) atau fungsi pengendali dokumen sehingga identitas, p...
QualityClub merupakan blog yang menyajikan informasi, diskusi, dan contoh praktik terbaik seputar penerapan sistem manajemen ISO di perusahaan. QualityClub managed by SINTEGRAL