Langsung ke konten utama

Sharing Best Practice: Penomoran Revisi Dokumen ISO

 Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub Dear QualityClub, Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut. Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen. Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini. Pertanyaan: Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu. Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya. Saya melihat beberapa format berikut: Revisi 1 Revisi 01 Revisi 0.1 Demikian, terima kasih. Tanggapan 1 Di tempat kami menggunakan format: Revisi 01 Revisi 02 dan seterusnya. Tanggapan 2 Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya: PRO-XXX-XXX-00 Angka “00” menunjukkan ...

Kepuasan pelanggan tujuan setiap perusahaan

Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan Sesuai ISO 9001

Cara Menilai Kepuasan Pelanggan Menurut ISO 9001

Kepuasan pelanggan merupakan tujuan utama setiap perusahaan. Karena itu, standar ISO 9001 mensyaratkan perusahaan untuk memantau persepsi pelanggan terhadap produk dan layanan yang diberikan.

Ketentuan ISO 9001 tentang Kepuasan Pelanggan

Dalam standar ISO 9001 dijelaskan bahwa:
"Organisasi harus memantau persepsi pelanggan mengenai sejauh mana kebutuhan dan harapan mereka telah terpenuhi. Organisasi juga harus menentukan metode untuk memperoleh, memantau, dan meninjau informasi tersebut"

Artinya, perusahaan perlu memiliki cara untuk mengetahui apakah pelanggan merasa puas atau tidak terhadap produk maupun layanan yang diberikan.
---
Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan

Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk menilai kepuasan pelanggan. Salah satu metode yang paling umum adalah survei kepuasan pelanggan.

Survei biasanya dilakukan dengan cara mengirimkan kuesioner kepada pelanggan untuk diisi, kemudian dikembalikan kepada perusahaan untuk dianalisis. Metode ini cukup populer, meskipun sering dianggap memerlukan biaya yang tidak sedikit.
---
Diskusi QualityClub tentang Survei Kepuasan Pelanggan

Berikut rangkuman diskusi di QualityClub pada Senin, 21 Juni 2021 dengan topik -“Survei Kepuasan Pelanggan”-.

Permasalahan yang Sering Terjadi

Salah satu peserta diskusi menyampaikan masalah berikut:
Kami membagikan angket kepuasan pelanggan kepada sekitar 100 pelanggan aktif. Namun yang kembali hanya sekitar 20 lembar. Setiap tahun kondisinya selalu seperti itu. Apakah ada saran lain?
---
Saran dan Masukan dari Peserta Diskusi

Beberapa saran yang muncul dalam diskusi tersebut antara lain:

1. Perluasan ruang lingkup penilaian

Survei tidak harus hanya berfokus pada mutu produk. Penilaian dapat diperluas agar menggambarkan kinerja perusahaan secara menyeluruh, misalnya:
  1. kualitas pasokan
  2. ketepatan waktu pengiriman
  3. layanan purna jual
  4. kualitas pelayanan pelanggan
Dengan data yang lebih lengkap, hasil survei juga akan lebih bermanfaat bagi manajemen puncak.
---
2. Contoh isi angket sederhana

Salah satu perusahaan menggunakan angket dengan empat aspek utama:
  1. Organisasi
  2. Mutu produk
  3. Service
  4. Customer service
---
3. Penyebab pelanggan malas mengisi survei

Beberapa faktor yang membuat survei sering gagal atau jarang diisi antara lain:
  1. Tidak ada penjelasan mengenai tujuan survei.
  2. Responden tidak merasakan manfaat langsung dari survei tersebut.
  3. Pertanyaan dalam angket terlalu rumit atau tidak sederhana.
Karena itu, sebaiknya kuesioner dibuat sesederhana mungkin dan jelas tujuannya.
---
4. Kombinasi dengan komunikasi langsung

Survei juga bisa dikombinasikan dengan komunikasi verbal. Misalnya dengan menanyakan langsung kepada pelanggan saat berinteraksi. Hasil percakapan tersebut kemudian dicatat dalam formulir dan dianalisis sebagai data kepuasan pelanggan.

---
Metode Lain Mengukur Kepuasan Pelanggan Menurut ISO 9001

Perlu diketahui bahwa ISO 9001 tidak mewajibkan organisasi hanya menggunakan survei untuk mengukur kepuasan pelanggan.

Pada Catatan (Note) Klausa 9.1.2, disebutkan beberapa metode lain yang dapat digunakan, antara lain:
  1. survei pelanggan
  2. umpan balik pelanggan saat penyerahan produk atau jasa
  3. pertemuan langsung dengan pelanggan
  4. analisis pangsa pasar
  5. pujian dari pelanggan (compliments)
  6. klaim pelanggan
  7. klaim garansi
  8. - laporan dari agen atau perwakilan
Dengan demikian, perusahaan dapat memilih metode yang paling sesuai dengan kondisi dan karakter pelanggannya.
---
Contoh Praktik di Perusahaan

Dalam beberapa perusahaan, proses pengumpulan informasi kepuasan pelanggan dilakukan oleh tim pembelian dan tim pemasaran.

Setiap pelanggan atau pemasok aktif memiliki jadwal tersendiri untuk dimintai umpan balik, sehingga tidak dilakukan secara bersamaan. Cara ini membantu menghindari kasus survei yang terlupakan atau tidak mendapatkan tanggapan.
---
Cara Meningkatkan Respon Survei

Salah satu ide yang muncul dalam diskusi adalah memberikan suvenir atau hadiah kecil kepada pelanggan yang bersedia mengisi survei.

Pendekatan ini sering terbukti dapat meningkatkan tingkat partisipasi pelanggan dalam mengisi formulir survei.
---
Kesimpulan

Mengukur kepuasan pelanggan tidak harus selalu dilakukan dengan survei. ISO 9001 memberikan berbagai metode yang bisa digunakan, seperti:
  1. survei pelanggan
  2. umpan balik langsung
  3. pertemuan dengan pelanggan
  4. analisis klaim dan garansi
  5. laporan agen
Yang terpenting adalah perusahaan memiliki cara yang efektif untuk memantau persepsi pelanggan dan menggunakan informasi tersebut untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan.
---
Baca juga:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Ini Dia Dokumen SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan)

Anda dapat men-download dokumen SMKP. SMKP singkatan dari Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan,  merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan yang khusus mengatur risiko keselamatan pertambangan . Penerapan SMKP bermanfaat untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di bidang pertambangan. SMKP membutuhkan sejumlah dokumen SMKP seperti SOP atau panduan, termasuk dokumen-dokumen yang disyaratkan SMKP. Seorang anggota QualityClub memberikan contoh-contoh dokumen yang umum diterapkan dalam sistem SMKP. Ia berbagi beberapa dokumen SMKP  untuk QualityClub . Informasi dokumen bisa dilihat  via link google drive dokumen SMKP Setelah mendapat persetujuan pemilik dokumen, semua dokumen SMKP bisa di-download. Semoga bermanfaat buat pekerjaan Anda. Baca juga ISO 45001: Bagaimana identifikasi karyawan yang memiliki penyakit dalam K3