Skip to main content

Pengendalian Dokumen Eksternal, Perlu Stempel atau Tidak?

Mengelola dokumen eksternal ISO

Penerapan standar manajemen internasional ISO membutuhkan berbagai dokumen. Mengapa demikian? Dokumen diperlukan agar perusahaan dapat diaudit. Seperti yang kita ketahui, audit merupakan hal wajib dalam implementasi ISO.

Berikut ini adalah rangkuman diskusi QualityClub pada Selasa, 1 Juni 2021, dengan topik “Dokumen Eksternal”.
---
Pertanyaan:
Apakah dokumen eksternal perlu diberikan stempel atau cap “Controlled Document/Dokumen Terkendali”? Mohon tanggapan.
---
Tanggapan 1:
Tidak perlu, karena dokumen tersebut bukan berada dalam kendali kita. Pihak eksternal dapat menerbitkan revisi baru tanpa harus memberitahukan kepada kita.

Dokumen terkendali bukan hanya terkait revisi terkini, tetapi juga mencakup pengendalian distribusi dan mekanisme penarikan (withdrawal) apabila dokumen sudah kedaluwarsa.
---
Tanggapan 2:
Stempel yang digunakan adalah “Uncontrolled Copy” atau “Uncontrolled Document”. Dokumen tersebut tidak perlu diawasi atau ditarik kembali apabila tidak lagi digunakan atau terjadi perubahan pada dokumen tersebut. Biasanya, dokumen ini diberikan kepada pihak luar yang membutuhkan.

Sebagai contoh, pada gambar (drawing) rotary shoe/burning shoe standar perusahaan, terdapat penambahan pin pada bagian OD. Hal ini menjadikan barang tersebut sebagai special tool, sesuai kebutuhan pelanggan agar bit cone atau alat yang tersangkut di dalam sumur pengeboran dapat diangkat.
---
Tanggapan 3:
Perlu diperjelas terlebih dahulu jenis dokumen eksternal yang dimaksud:
a. Dokumen yang berasal dari pihak eksternal, atau
b. Dokumen internal yang didistribusikan kepada pihak eksternal.

Jika yang dimaksud adalah a, dokumen tidak perlu diberi stempel, tetapi harus dimasukkan ke dalam Daftar Induk Dokumen Eksternal. Jika yang dimaksud adalah b, dokumen dapat diberi stempel “Uncontrolled Copy” dan tidak perlu dilakukan penarikan kembali.
---
Tanggapan 4:
Jika dokumen eksternal tersebut berkaitan langsung dengan bisnis dan dijadikan sebagai acuan, maka sebagai bentuk pengendalian, setiap revisi harus dapat dengan mudah diidentifikasi dan dapat dibubuhkan stempel.

Contohnya: peraturan perundang-undangan dan dokumen mutu pelanggan.

Diskusi Lanjutan:
Jika dokumen eksternal diberi stempel, apa tulisan yang tepat?

Beberapa pilihan yang diusulkan:

“DOKUMEN EKSTERNAL”

“TERKENDALI”


Namun, apabila dokumen diberi stempel “Dokumen Terkendali”, maka dokumen tersebut harus benar-benar dikendalikan. Pertanyaannya, bagaimana cara mengendalikan dokumen eksternal, sementara dokumen tersebut berasal dari luar dan tidak sepenuhnya berada dalam kendali kita?

Salah satu contoh adalah manual mutu pelanggan. Ketika terdapat revisi, biasanya pelanggan akan mengirimkan versi terbaru dan meminta pengembalian dokumen lama.

Hal ini menimbulkan pertanyaan lanjutan:
Apakah manual mutu pelanggan yang diberikan kepada kita termasuk “Controlled Document” bagi pelanggan tersebut? Jika ya, maka pelanggan akan menarik kembali dokumen tersebut ketika ada revisi. Jika tidak, mengapa kita menjadikannya sebagai “Controlled Document”?

Selain itu, perlu diingat bahwa dokumen tidak hanya berbentuk kertas, tetapi juga dapat berupa dokumen elektronik, seperti program perangkat lunak komputer dan sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme pengendalian yang jelas untuk masing-masing bentuk dokumen.

Praktik di Lapangan:
Di beberapa perusahaan, semua dokumen eksternal yang diterima diberi stempel “Received” dan “Master”. Jika perlu didistribusikan, barulah diberi stempel “Controlled” atau “Uncontrolled”, sesuai dengan permintaan yang telah disetujui.

Contoh dokumen eksternal yang diterima antara lain: CoA material, MSDS, standar referensi, dan peraturan perundang-undangan.
---

Baca juga

Comments

  1. Apakah ada standar pak terkait masa simpan dari dokumen eskrernal tsb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh saja dokumen eksternal ditentukan masa simpan, misalnya masa simpan dokumen eksternal 1 bulan dari masa dokumen eksternal tidak berlaku.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...