Skip to main content

Tata cara tinjauan manajemen ISO perlu dituangkan dalam prosedur atau tidak?

Tata cara pelaksanaan Tinjauan Manajemen

Penerapan manajemen ISO 9001 mewajibkan pelaksanaan Tinjauan Manajemen secara berkala. Tujuannya adalah untuk mengkaji seberapa efektif pelaksanaan sistem manajemen mutu ISO 9001 di perusahaan.

Seorang anggota QualityClub menceritakan bahwa di tempatnya bekerja terdapat terlalu banyak dokumen sehingga pekerjaan administrasi menjadi semakin berat. Ia berpendapat bahwa tata cara pelaksanaan Tinjauan Manajemen ISO 9001 sebaiknya cukup dituliskan dalam Manual Mutu atau Pedoman Mutu, tanpa perlu dibuat sebagai prosedur terpisah.

Menurut saya, tata cara pendokumentasian suatu proses dapat dituangkan dalam prosedurmanual mutu, atau pedoman mutu. Hal ini bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.

Berikut ini adalah rangkuman diskusi QualityClub, Jumat, 18 Juni 2021, tentang Tinjauan Manajemen ISO 9001.
---
Pertanyaan
Di tempat saya terdapat sangat banyak prosedur ISO 9001, salah satunya adalah prosedur Tinjauan Manajemen. Tim ISO di perusahaan kami berencana mengurangi jumlah prosedur tersebut. Rencananya, prosedur Tinjauan Manajemen akan dihapus dan sebagai gantinya aturan mengenai Tinjauan Manajemen akan dimasukkan ke dalam Pedoman Mutu.

Apakah hal ini sesuai dengan standar ISO 9001:2015? Apakah ada yang menerapkan cara seperti ini?
---
Tanggapan Diskusi

Pendapat 1
Menurut saya tidak masalah. Di tempat saya juga demikian. Aturan Tinjauan Manajemen Mutu digabung dalam Manual Manajemen Mutu, tidak dibuat sebagai dokumen terpisah. Yang terpenting adalah dokumentasi hasil tinjauan mutu tersedia dan ditindaklanjuti.

Pendapat 2
Menurut saya hal tersebut diperbolehkan, karena documented information dalam ISO 9001 tidak harus selalu berbentuk prosedur.

Pendapat 3
Di perusahaan saya tetap membuat prosedur Tinjauan Manajemen secara terpisah dan tidak digabung dengan Pedoman Mutu.

Pendapat 4
Sebagian besar auditor biasanya menanyakan prosedur Tinjauan Manajemen. Oleh karena itu, sebaiknya prosedur tetap dibuat karena isinya biasanya lebih rinci.

Pendapat 5
Di tempat saya juga demikian. Prosedurnya dihapus dan hanya disebutkan dalam Pedoman Mutu. Saat audit eksternal (baik dari pelanggan maupun lembaga sertifikasi), hal tersebut tidak menjadi masalah. Yang penting prosesnya tetap dijelaskan dengan jelas.
---

Join QualityClub
Tulisan di atas merupakan rangkuman diskusi QualityClub, yaitu forum ISO yang diselenggarakan melalui WhatsApp Group. Buat kamu yang ingin menjadi anggota QualityClub silakan mengisi formulir pendaftaran grup.


Baca juga:

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...