Langsung ke konten utama

Sharing Best Practice: Penomoran Revisi Dokumen ISO

 Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub Dear QualityClub, Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut. Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen. Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini. Pertanyaan: Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu. Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya. Saya melihat beberapa format berikut: Revisi 1 Revisi 01 Revisi 0.1 Demikian, terima kasih. Tanggapan 1 Di tempat kami menggunakan format: Revisi 01 Revisi 02 dan seterusnya. Tanggapan 2 Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya: PRO-XXX-XXX-00 Angka “00” menunjukkan ...

Bagaimana cara evaluasi kepatuhan peraturan perudangan?

 

Organisasi harus menetapkan, menerapkan, dan memelihara proses untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap persyaratan peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya. Demikian bunyi persyaratan ISO 45001:2018 pada Klausul 9.1.2 tentang Evaluasi Kepatuhan. Lalu, bagaimana cara melakukan evaluasi kepatuhan terhadap peraturan tersebut?

Berikut adalah rangkuman diskusi QualityClub:

Salah satu landasan penerapan ISO 45001 dan ISO 14001 adalah kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang K3 maupun lingkungan. Untuk memastikan seluruh peraturan yang berlaku telah dipenuhi, perlu dilakukan evaluasi secara berkala.

Bagaimana cara melakukan evaluasi tersebut?

Tanggapan 1
Saya biasanya melakukan evaluasi pada setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan memanfaatkan fitur pencarian (search), kemudian mengetik kata “wajib”. Dari hasil pencarian tersebut akan terlihat kewajiban-kewajiban pada setiap pasal, misalnya terkait penghasil limbah, pengelola limbah, atau transporter limbah.

Dari sana kita dapat menilai tingkat kepatuhan terhadap peraturan (regulation compliance) yang sudah dipenuhi. Jika terdapat kewajiban yang belum terpenuhi, dapat segera dilakukan perbaikan. Apabila membutuhkan waktu, hal tersebut dapat dimasukkan ke dalam OTP (Objective Target Program) atau Program Manajemen perusahaan.

Tanggapan 2
Biasanya perusahaan diminta membuat formulir identifikasi peraturan perundang-undangan. Identifikasi dimulai dari tingkat Undang-Undang (UU), Peraturan Presiden (Perpres), Keputusan Presiden (Kepres), hingga Peraturan Daerah (Perda). Jangan lupa untuk memastikan apakah peraturan tersebut masih berlaku, telah diubah, atau telah dicabut dan digantikan dengan peraturan yang baru.

Setelah mengetahui peraturan yang masih berlaku, dapat digunakan fitur pencarian kata “wajib” seperti yang telah disampaikan sebelumnya. Selanjutnya, kewajiban tersebut didaftarkan dan dievaluasi apakah sudah diterapkan di perusahaan atau belum.

Untuk mengetahui perkembangan dan pembaruan peraturan, perusahaan juga dapat membangun relasi atau bergabung dalam grup rekan sesama HSE agar dapat saling berbagi informasi mengenai peraturan terbaru.

Tanggapan 3
Sebelum tahap evaluasi, sekretariat perlu melakukan pemetaan peraturan perundang-undangan, termasuk pasal-pasal yang relevan dan departemen terkait.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi peraturan perundang-undangan.
2. Mendistribusikan kewajiban (mandatory requirements) kepada masing-masing area atau departemen.
3. Melakukan evaluasi dengan cara: 

a) Mengadakan rapat bersama masing-masing fungsi untuk memverifikasi dokumen pemenuhan sesuai daftar yang telah didistribusikan oleh sekretariat
b) Melakukan pengecekan aktual pemenuhan di lapangan (genba).

4. Sekretariat memperbarui daftar peraturan perundang-undangan.
5. Proses selesai.

Tanggapan 4
Masukan saya sebagai berikut:

  • Buat daftar pemenuhan peraturan perundang-undangan hingga detail pasal per pasal.
  • Tambahkan kolom evaluasi pemenuhan, misalnya: Sertifikasi Kompetensi, Perizinan Alat/Mesin/Fasilitas, dan sebagainya.
  • Cantumkan kolom periode perpanjangan (bulanan, semesteran, tahunan, dan lain-lain).
  • Cantumkan masa berlaku perizinan.
  • Buat kolom peringatan (warning alert) sebelum masa berlaku habis, misalnya 2–3 bulan sebelumnya dengan menggunakan rumus Excel yang sederhana.

Format daftar pemenuhan peraturan sebaiknya dibuat dalam bentuk Excel yang mudah digunakan. Jika memungkinkan, akan lebih baik dikembangkan dalam sistem daring (online) sehingga dapat terhubung ke ponsel untuk memberikan notifikasi peringatan.


Baca juga:

Join QualityClub

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Ini Dia Dokumen SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan)

Anda dapat men-download dokumen SMKP. SMKP singkatan dari Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan,  merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan yang khusus mengatur risiko keselamatan pertambangan . Penerapan SMKP bermanfaat untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di bidang pertambangan. SMKP membutuhkan sejumlah dokumen SMKP seperti SOP atau panduan, termasuk dokumen-dokumen yang disyaratkan SMKP. Seorang anggota QualityClub memberikan contoh-contoh dokumen yang umum diterapkan dalam sistem SMKP. Ia berbagi beberapa dokumen SMKP  untuk QualityClub . Informasi dokumen bisa dilihat  via link google drive dokumen SMKP Setelah mendapat persetujuan pemilik dokumen, semua dokumen SMKP bisa di-download. Semoga bermanfaat buat pekerjaan Anda. Baca juga ISO 45001: Bagaimana identifikasi karyawan yang memiliki penyakit dalam K3