Skip to main content

Penerapan ISO 9001 pada Departemen Finance Accounting: Prosedur dan Sasaran Mutu


Finance dan ISO 9001

Materi tanya jawab di bawah ini diambil dari diskusi forum QualityClub pada April 2026.

Pertanyaan
Saat ini perusahaan kami akan menambahkan departemen Finance Accounting dalam proses audit internal. Sebelumnya, departemen ini belum pernah didaftarkan dalam lingkup sistem manajemen mutu ISO 9001 dan juga belum memiliki prosedur yang terdokumentasi.

Apakah rekan-rekan memiliki masukan terkait prosedur serta sasaran mutu yang umum diterapkan di departemen Finance Accounting?

Jawaban
Departemen Finance Accounting memang sebaiknya dilibatkan dalam penerapan ISO 9001 karena memiliki keterkaitan erat dengan proses pengadaan (purchasing). Ketepatan waktu penerimaan barang dari supplier sangat dipengaruhi oleh kelancaran proses pembayaran.

Selain itu, pengelolaan arus kas (cash flow) juga sangat bergantung pada proses penagihan yang terstruktur dan tepat waktu. Jika prosedur pembayaran maupun penagihan tidak jelas, dampaknya bisa meluas ke departemen lain seperti produksi atau operasional.

Sebagai langkah awal, umumnya departemen finance memiliki minimal dua prosedur utama:
  • SOP Pembayaran (Accounts Payable/AP)
  • SOP Penagihan (Accounts Receivable/AR)
Penyusunan SOP tersebut juga bisa dibantu dengan tools seperti ChatGPT untuk mempercepat proses dokumentasi.

Contoh sasaran mutu yang umum digunakan untuk departemen Finance antara lain:
  • Ketepatan waktu penyusunan laporan keuangan maksimal tanggal 5 setiap bulan
  • Ketepatan penagihan, dengan invoice dikirim paling lambat 2 hari setelah transaksi
---
Tulisan di atas merupakan rangkuman diskusi QualityClub, yaitu forum ISO yang diselenggarakan melalui WhatsApp Group.

Bagi kamu yang ingin menjadi anggota QualityClub, silakan mengisi formulir pendaftaran grup.

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...