Skip to main content

Pertanyaan Auditor Eksternal ISO 9001:2015

Audit eksternal ISO

Berikut adalah kumpulan pertanyaan audit eksternal ISO 9001:2015 yang dihimpun oleh salah satu anggota QualityClub melalui diskusi di WhatsApp Group:

Pertanyaan surveillance audit (SA) di perusahaan kami:

1. Top Management Konteks organisasi

  • Isu internal dan eksternal
  • Analisis SWOT
  • Kebijakan mutu perusahaan
  • Target perusahaan serta rencana (plan) untuk tahun berikutnya

2. Tim ISO Sasaran mutu dan pemantauannya

  • Penilaian risiko (risk assessment) beserta bukti pendukung (evidence)
  • Tinjauan manajemen
  • Audit internal (surat penunjukan auditor, temuan audit, dan bukti pendukung)
  • Dokumen eksternal
  • Tindak lanjut temuan audit eksternal tahun sebelumnya (jika ada)

3. HRGA/HRD Sasaran mutu dan pemantauannya

  • Penilaian risiko beserta bukti pendukung
  • Jadwal pelatihan tahunan (misalnya pelatihan internal 2018–2019), evaluasi pelatihan, rekaman pelatihan, dan daftar hadir (sampling acak)
  • Proses rekrutmen
  • Legalitas dan perizinan
  • Checklist pemeliharaan gedung (building maintenance)
  • Checklist APAR dan pemetaan APAR
  • Monitoring kecelakaan kerja
  • Checklist penggunaan kotak P3K (First Aid Box)

4. Purchasing Sasaran mutu dan pemantauannya

  • Penilaian risiko beserta bukti pendukung
  • Evaluasi vendor/supplier dan jasa/layanan
  • Isu eksternal terkait proses pembelian
  • Proses dari PR (Purchase Requisition) hingga PO (Purchase Order)
  • Pemantauan kedatangan barang/material

5. Produksi Sasaran mutu dan pemantauannya

  • Penilaian risiko beserta bukti pendukung
  • SPK dan jadwal produksi
  • Efisiensi mesin, material, proses produksi, serta tingkat reject
  • PICA (Problem Identification and Corrective Action) untuk setiap permasalahan produksi

6. Quality Control (QC) Penilaian risiko beserta bukti pendukung

  • Sasaran mutu dan pemantauannya
  • Kalibrasi
  • Penanganan keluhan (complaint handling)
  • Proses incoming (incoming inspection/process)


Baca juga

Comments

Popular posts from this blog

Contoh Instruksi Kerja lengkap dengan Flowchart dan Panduan Lain

Dalam dokumen ISO, terdapat jenis dokumen yang dikenal sebagai Instruksi Kerja (IK) , dan dokumen ini memiliki fungsi yang sangat penting. Instruksi Kerja memberikan panduan kerja secara rinci dan sistematis. Contoh Instruksi Kerja antara lain IK pengoperasian mesin, IK proses pengeluaran uang kas, serta IK untuk berbagai kegiatan teknis lainnya. Contoh Instruksi Kerja yang dikirim oleh anggota QualityClub dapat kamu unduh. Dokumen tersebut memuat flowchart dalam format Excel. Silakan unduh Instruksi Kerja (IK) dalam format PDF yang tersedia. Link  Instruksi kerja atau IK (pdf) Baca juga: Siapa yang bertanggung jawab membuat prosedur?

Formulir Evaluasi Auditor Internal ISO 9001

Kegiatan audit internal merupakan kegiatan penting dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 dan karenanya perlu ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan proses audit internal di perusahaan dengan melakukan evaluasi auditor internal. Tujuannya agar auditor internal bisa dinilai kompetensinya sebagai auditor sehingga bisa ditingkatkan bila hasil penilaian dinyatakan kurang atau tidak memadai. Metode evaluasi atau penilaian auditor internal tidak ditentukan oleh standar manajemen mutu ISO 9001. Tata cara evaluasi auditor ditentukan internal perusahaan.  Pada umumnya evaluasi auditor internal dilakukan dengan mengisi form evaluasi. Berbagai form evaluasi bisa dibuat, salah satunya form evaluasi berikut ini yakni dokumen yang di- share  seorang anggota QualityClub dan bisa Anda gunakan. Evaluasi auditor internal dilaksanakan secara berkala sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan manajemen perusahaan. Silahkan gunakan formulir evaluasi auditor internal di atas. Baca juga: Kualif...

Apakah Management Representative (MR) sebaiknya merangkap jabatan atau berdiri sendiri?

Rangkuman diskusi QualityClub, Selasa, 4 Mei 2021: Pertanyaan Dear rekan-rekan mutu, Menurut pendapat rekan-rekan, dalam suatu perusahaan manufaktur, mana yang lebih efektif untuk jabatan Management Representative (MR): dirangkap dengan jabatan lain atau dibentuk sebagai departemen tersendiri (personel khusus)? Apa saja keuntungan dan kerugian jika MR menjabat secara rangkap atau berdiri sendiri? Jawaban 1 Perlu dilakukan asesmen terlebih dahulu terhadap lingkup dan beban pekerjaan sebelum menentukan apakah jabatan tersebut sebaiknya menjadi departemen tersendiri atau digabung dengan jabatan lain.   Jawaban 2 Saya ikut berpendapat, Pak. Kebetulan saya pernah berada di kedua posisi tersebut. Secara sederhana, gambaran perbandingannya sebagai berikut: Jika dirangkap: Keuntungannya, dari sisi perusahaan, tentu lebih hemat biaya karena satu orang memiliki beberapa kompetensi. Kerugiannya, sulit untuk fokus ketika aktivitas MR meningkat. Jika terpisah: MR dapat lebih fokus menjalanka...