Langsung ke konten utama

Postingan

Sharing Best Practice: Penomoran Revisi Dokumen ISO

 Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub Dear QualityClub, Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut. Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen. Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini. Pertanyaan: Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu. Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya. Saya melihat beberapa format berikut: Revisi 1 Revisi 01 Revisi 0.1 Demikian, terima kasih. Tanggapan 1 Di tempat kami menggunakan format: Revisi 01 Revisi 02 dan seterusnya. Tanggapan 2 Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya: PRO-XXX-XXX-00 Angka “00” menunjukkan ...

Contoh kegiatan atau program untuk memenuhi kompetensi sesuai ISO 9000

Standar ISO 9000 mensyaratkan kompetensi bagi karyawan yang pekerjaannya berpengaruh terhadap produk atau jasa yang diberikan kepada pelanggan, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Berikut rangkuman diskusi QualityClub terkait kompetensi: Pertanyaan ISO 9000 mensyaratkan kompetensi. Selain pelatihan, kegiatan apa saja yang dapat menunjang kompetensi karyawan? Jawaban dan Diskusi 1. Mentoring Mentoring dilakukan oleh karyawan senior yang kompetensinya telah teruji kepada karyawan baru atau junior. Tujuannya agar karyawan junior dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya melalui pendampingan langsung. 2. Orientasi Karyawan Baru Program orientasi membantu karyawan baru memahami budaya perusahaan, sistem kerja, serta tanggung jawab jabatan sehingga dapat bekerja secara efektif. 3. Studi Banding Karyawan melakukan kunjungan atau pembelajaran ke perusahaan lain untuk memperoleh wawasan dan praktik terbaik.   4. Job Enrichment Penambahan tanggung jawab atau...

Ini Dia Blog ISO 9000

 Blog ISO 9000 yang memut berbagai informasi tentang standard ISO 9000, dokumen-dokumen yang diperlukan dalam rangka penerapan sistem manajemen mutu internasional ISO 9000. Baca juga: Daftar pertanyaan auditor eksternal ISO 9001:2015

Kapan Formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan Digunakan?

  Bapak dan Ibu Quality, Saya ingin bertanya. Di tempat kami terdapat formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan. Formulir ini biasanya diisi ketika terdapat temuan dalam audit internal. Pertanyaannya, apakah formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan tersebut dapat digunakan di luar kegiatan audit? Mohon pencerahannya. Terima kasih.   Jawaban dan Diskusi Jawaban 1 Bisa, misalnya untuk tindak lanjut atas produk tidak sesuai. Jawaban 2 Bisa. Sebagai contoh (di laboratorium), ketika hasil uji banding atau uji profisiensi menunjukkan hasil outlier, maka tindak lanjutnya dapat dicatat dalam formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan. Jawaban 3 Setuju. Di organisasi kami, Form PTKP (Permintaan Tindakan Koreksi dan Pencegahan) digunakan untuk semua jenis ketidaksesuaian yang memengaruhi kualitas, keamanan pangan, keorganikan, dan kehalalan produk maupun sistem. Selain yang telah disebutkan sebelumnya, formulir ini juga digunakan untuk: Keluhan pelanggan Ketidaksesuaian hasil medical c...

Blog Video ISO 9000 untuk memahami standar internasional ISO

  Baca juga: Ini Dia Blog ISO 9000  

Tata Cara Penunjukkan Management Representative ISO Perusahaan

Rekan-rekan Mutu, Apakah penunjukan Management Representative (MR) cukup dengan mencantumkan MR dalam struktur organisasi perusahaan, atau harus disertai surat penunjukan, atau keduanya? Mohon pencerahannya! Jawaban 1 Mohon izin berbagi pengalaman di tempat saya bekerja, Pak Zul. Selain terdapat surat penunjukan dari top management, posisi MR juga ditetapkan dalam struktur organisasi yang ditandatangani oleh top management. Mohon masukan dari para senior lainnya. Jawaban 2 Selamat pagi. Mohon izin berbagi. Di tempat kami, MR tidak dicantumkan dalam gambar struktur organisasi, melainkan hanya melalui surat penunjukan kepada salah satu manager. Jawaban 3 Mohon izin berbagi. Di tempat saya, untuk MR diterbitkan Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani oleh President Director. Jawaban 4 Izin berbagi, Pak Zul. Di tempat kami, MR ditampilkan dalam struktur organisasi dan ditunjuk melalui SK Direktur. Setiap jabatan atau level dalam struktur organisasi memiliki job description, termasuk MR. ...

Webinar QualityClub Behavior Based Safety (BBS)

Kita perlu berhati-hati dalam bekerja, apalagi pekerjaan yang akan kita lakukan berdampak pada keselamatan jiwa. Saya membaca harian Kompas (9/10/21) yang memuat berita lima orang tewas di gorong-gorong di Tangerang. Kasus itu bermula ketika tiga pekerja memeriksa pipa yang terdapat dalam gorong-gorong. Tiga pekerja terperosok ke dalam gorong-gorong dan meninggal. Dua warga sekitar berusaha menolong, tetapi ikut terperosok dan meninggal. Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan ada gas berbahaya bagi manusia di dalam gorong-gorong tersebut. Seperti kita ketahui, penyebab langsung dari suatu kecelakaan adalah perilaku yang tidak aman atau praktik kerja yang tidak standar, selain keadaan yang tidak aman di tempat kerja. Saya tertarik membahas cara mencegah kecelakan kerja melalui praktik "Behavior Based Safety". Pembahasan ini akan diselenggarakan melalui webinar QualityClub Kamis, minggu depan. Baca juga: Video Webinar QualityClub Document Management System ISO

Kualifikasi Internal Auditor Sistem Manajemen Mutu

Pertanyaan: Selamat siang, Pak Zulkifli dan Bapak/Ibu Quality Club. Izin bertanya. Di perusahaan tempat saya bekerja, atasan menunjuk salah satu bawahannya sebagai QMR (Quality Management Representative). Kemudian, QMR tersebut menjalankan agenda internal audit. Pertanyaan saya, apakah QMR dapat menjalankan internal audit sebagai Lead Auditor meskipun belum memiliki sertifikasi Internal Auditor? Mohon pendapat dan solusinya. Tanggapan 1: Seorang Lead Auditor internal seharusnya telah mengikuti pelatihan pemahaman standar ISO, misalnya ISO 9001, serta pelatihan manajemen audit berdasarkan ISO 19011:2018. Hal tersebut dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat Internal Auditor. Tanggapan 2: Jika seseorang berperan sebagai Lead Auditor, pada prinsipnya ia wajib memiliki sertifikat auditor. Namun, jika hanya sebagai anggota tim audit internal perusahaan, cukup dengan penunjukan resmi dari perusahaan sebagai auditor internal, bukan sebagai Lead Auditor. Tanggapan 3: Pada dasarnya, seorang Lea...