Langsung ke konten utama

Postingan

Sharing Best Practice: Penomoran Revisi Dokumen ISO

 Praktik Pengendalian Dokumen ISO: Tanya Jawab Bersama QualityClub Dear QualityClub, Pengendalian dokumen merupakan salah satu persyaratan dalam standar ISO. Apabila dokumen mengalami perubahan, maka perlu diberikan status revisi pada dokumen tersebut. Status revisi biasanya ditunjukkan dengan pemberian nomor revisi pada dokumen. Terkait dengan revisi dokumen, terdapat anggota QualityClub yang mengajukan pertanyaan berikut. Silakan berbagi pengalaman (sharing best practice) di sini. Pertanyaan: Selamat pagi menjelang siang, Bapak/Ibu. Mohon informasi atau berbagi praktik terbaik mengenai pengkodean atau penomoran revisi sebuah prosedur atau dokumen beserta pertimbangannya. Saya melihat beberapa format berikut: Revisi 1 Revisi 01 Revisi 0.1 Demikian, terima kasih. Tanggapan 1 Di tempat kami menggunakan format: Revisi 01 Revisi 02 dan seterusnya. Tanggapan 2 Menurut pengalaman saya, nomor revisi dimasukkan langsung dalam kode prosedur, misalnya: PRO-XXX-XXX-00 Angka “00” menunjukkan ...

Bagaimana Cara Tepat Review Prosedur Kerja?

Standar mutu ISO 9001 mensyaratkan agar dokumen dikaji atau direview secara berkala , termasuk prosedur kerja . Prosedur kerja perlu dikaji ulang secara periodik untuk memastikan bahwa isinya masih sesuai dengan kondisi dan proses yang berlaku saat ini. Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk melakukan kajian prosedur perusahaan? Berikut diskusi singkat dari QualityClub. Pertanyaan: Bagaimana mekanisme menandai existing document level 2 (prosedur) yang telah direview setiap tahun? Apakah perlu menaikkan nomor revisi, mengubah tanggal efektif, atau ada cara lain? Jawaban 1: Membuat schedule review dokumen (pemetaan dokumen mutu, jadwal review, dan pihak-pihak terkait). Mengirim email undangan rapat. Membuat daftar hadir (untuk pertemuan offline ) atau screenshot rapat virtual (untuk pertemuan online). Membuat MoM (Minutes of Meeting) dan meminta tanda tangan pihak terkait (tanda tangan digital atau manual). Mengisi FUPPD dan melampirkan MoM apabila hasil review menunjukkan adanya perub...

Ini Dia Dokumen SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan)

Anda dapat men-download dokumen SMKP. SMKP singkatan dari Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan,  merupakan bagian dari sistem manajemen perusahaan yang khusus mengatur risiko keselamatan pertambangan . Penerapan SMKP bermanfaat untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di bidang pertambangan. SMKP membutuhkan sejumlah dokumen SMKP seperti SOP atau panduan, termasuk dokumen-dokumen yang disyaratkan SMKP. Seorang anggota QualityClub memberikan contoh-contoh dokumen yang umum diterapkan dalam sistem SMKP. Ia berbagi beberapa dokumen SMKP  untuk QualityClub . Informasi dokumen bisa dilihat  via link google drive dokumen SMKP Setelah mendapat persetujuan pemilik dokumen, semua dokumen SMKP bisa di-download. Semoga bermanfaat buat pekerjaan Anda. Baca juga ISO 45001: Bagaimana identifikasi karyawan yang memiliki penyakit dalam K3

Ini Dia Pihak Berkepentingan yang dimaksud ISO 9000

Pertanyaan Siapa Saja Pihak Berkepentingan dalam Perusahaan? Untuk mencapai tujuan perusahaan, manajemen tidak hanya fokus pada proses internal, tetapi juga perlu memahami kebutuhan dan harapan para pihak yang berkepentingan atau stakeholder . Pihak berkepentingan adalah individu atau kelompok yang dapat memengaruhi atau dipengaruhi oleh keberlangsungan kegiatan perusahaan. Memahami siapa saja stakeholder yang relevan sangat penting. Dengan mengenali mereka, perusahaan dapat mengelola risiko dengan lebih baik sekaligus menjaga keberlanjutan usahanya. Tulisan ini merupakan rangkuman dari diskusi Quality Club mengenai pihak-pihak yang berkepentingan dalam organisasi. Jawaban 1 Stakeholder Internal dan Eksternal Secara umum, stakeholder perusahaan dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu internal dan eksternal. A. Stakeholder Internal Stakeholder internal adalah pihak-pihak yang berada di dalam organisasi dan secara langsung terlibat dalam aktivitas perusahaan, antara lain: Karyawan...

ISO 45001: Bagaimana identifikasi karyawan yang memiliki penyakit dalam K3

Diskusi Quality Club: Apakah Penyakit Karyawan Perlu Diidentifikasi sebagai Risiko K3? Halo Quality Club, Baru-baru ini di Jakarta terjadi kecelakaan bus. Menurut surat kabar Republika (4 November 2021), penyebab kecelakaan diduga karena sopir mengalami serangan epilepsi. Kecelakaan terjadi karena sopir tidak melakukan pengereman dan diduga kehilangan kesadaran akibat penyakit tersebut. Pertanyaannya, dalam penerapan sistem manajemen ISO 45001, apakah penyakit yang diderita karyawan perlu diidentifikasi sebagai risiko K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)? --- Tanggapan Peserta Diskusi 1. Identifikasi penyakit tertentu perlu dilakukan Menurut beberapa peserta diskusi, pada posisi atau area kerja tertentu perlu ditetapkan persyaratan kesehatan bagi karyawan. Contohnya di salah satu perusahaan: Karyawan yang memiliki penyakit epilepsi atau vertigo tidak diperbolehkan bekerja di bagian teknik, kecuali di area tertentu seperti gudang suku cadang teknik. Operator produksi juga tidak diperb...

Contoh kegiatan atau program untuk memenuhi kompetensi sesuai ISO 9000

Standar ISO 9000 mensyaratkan kompetensi bagi karyawan yang pekerjaannya berpengaruh terhadap produk atau jasa yang diberikan kepada pelanggan, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Berikut rangkuman diskusi QualityClub terkait kompetensi: Pertanyaan ISO 9000 mensyaratkan kompetensi. Selain pelatihan, kegiatan apa saja yang dapat menunjang kompetensi karyawan? Jawaban dan Diskusi 1. Mentoring Mentoring dilakukan oleh karyawan senior yang kompetensinya telah teruji kepada karyawan baru atau junior. Tujuannya agar karyawan junior dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya melalui pendampingan langsung. 2. Orientasi Karyawan Baru Program orientasi membantu karyawan baru memahami budaya perusahaan, sistem kerja, serta tanggung jawab jabatan sehingga dapat bekerja secara efektif. 3. Studi Banding Karyawan melakukan kunjungan atau pembelajaran ke perusahaan lain untuk memperoleh wawasan dan praktik terbaik.   4. Job Enrichment Penambahan tanggung jawab atau...

Ini Dia Blog ISO 9000

 Blog ISO 9000 yang memut berbagai informasi tentang standard ISO 9000, dokumen-dokumen yang diperlukan dalam rangka penerapan sistem manajemen mutu internasional ISO 9000. Baca juga: Daftar pertanyaan auditor eksternal ISO 9001:2015

Kapan Formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan Digunakan?

  Bapak dan Ibu Quality, Saya ingin bertanya. Di tempat kami terdapat formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan. Formulir ini biasanya diisi ketika terdapat temuan dalam audit internal. Pertanyaannya, apakah formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan tersebut dapat digunakan di luar kegiatan audit? Mohon pencerahannya. Terima kasih.   Jawaban dan Diskusi Jawaban 1 Bisa, misalnya untuk tindak lanjut atas produk tidak sesuai. Jawaban 2 Bisa. Sebagai contoh (di laboratorium), ketika hasil uji banding atau uji profisiensi menunjukkan hasil outlier, maka tindak lanjutnya dapat dicatat dalam formulir Tindakan Koreksi dan Pencegahan. Jawaban 3 Setuju. Di organisasi kami, Form PTKP (Permintaan Tindakan Koreksi dan Pencegahan) digunakan untuk semua jenis ketidaksesuaian yang memengaruhi kualitas, keamanan pangan, keorganikan, dan kehalalan produk maupun sistem. Selain yang telah disebutkan sebelumnya, formulir ini juga digunakan untuk: Keluhan pelanggan Ketidaksesuaian hasil medical c...